Dalam Penantian
Ibunda Hajar, adalah contoh wanita
menyejarah yang membuat cinta menjadi energi;
untuk melakukan hal-hal besar.
untuk melakukan hal-hal besar.
Dalam keabadian kisah sucinya di
lembaran Al Quran, kita melihat pelajaran berharga darinya;
menanti itu tak berarti selalunya berduka.
menanti itu tak berarti selalunya berduka.
Justru, penantian dan kerinduannya pada Ibrahim sang kekasih, dalam rangkaian kisah Ibunda Hajar, adalah masa untuk membangun sebuah karya agung yang sampai kini jadi primadona semiliar muslim sepanjang zaman; kota Makkah yang legendaris.
“dan bahwa manusia akan memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS An Najm 39)
Lalu, diberikan-Nya jawaban yang berkali lipat dari yang kau pinta.
Bisa jadi pula, inilah satu makna tambahan yang terpancar dari rangkaian nasihat.
Life is never flat, hidup tidak datar-datar saja.
Semuanya adalah wasilah penghambaan yang menuntun kita perlahan-lahan menuju pertemuan dengan-Nya.
Untuk kamu yang sedang dalam penantian, ini kuncinya; yang terpenting dalam menanti adalah, kamu tahu betul apa yang sedang kamu nantikan.
Itulah yang membuat penantianmu menjadi kekuatan yang dahsyat.
Ya, bisa dibilang, Makkah adalah
karya seorang wanita, dalam masa penantiannya.
Kerinduannya menjadi api inspirasi yang menyala-nyala.
Kerinduannya menjadi api inspirasi yang menyala-nyala.
Ia memang kangen, ia memang menanti,
tapi di saat yang sama, ia yakin akhir segalanya akan bahagia.
“Maka bersabarlah, sungguh,
kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.” -
janji Allah (QS Hud 49)
atau
“Happily ever after” kalau kata dongeng-dongeng Disney yang saya tonton sejak kecil.
janji Allah (QS Hud 49)
atau
“Happily ever after” kalau kata dongeng-dongeng Disney yang saya tonton sejak kecil.
Namun, kita memang takkan bisa
mengelak, yang namanya rindu itu kadang menyesak.
Yang namanya kangen itu kadang
membuat hati mendung.
Tapi, disitulah doa-doa kita makin kencang, rasa cinta kita makin berkobar.
Allah mungkin sedang senang-senangnya ingin mendengar doamu yang merdu itu
Tapi, disitulah doa-doa kita makin kencang, rasa cinta kita makin berkobar.
Allah mungkin sedang senang-senangnya ingin mendengar doamu yang merdu itu
“katsratul imsas, tumitul ihsas”
banyak bertemu memang bisa mematikan rasa.
Maka, kamu dibuat merindu, untuk
sementara saja kok, agar cintamu terpelihara, bahkan makin berkembang.
Allah, dengan selera-Nya yang hanya
Dia yang tahu, dengan pola-Nya yang penuh keajaiban, ingin memberi kado untuk
mereka yang saling rindu dan saling menanti; nikmatnya pertemuan, manisnya
perjumpaan, dan kokohnya ketegaran.
Dan justru itulah mutiaranya; rindu,
menanti, sabar, kangen, berjumpa, tegar;
semuanya adalah bumbu-bumbu yang akan melezatkan jalannya kehidupan.
semuanya adalah bumbu-bumbu yang akan melezatkan jalannya kehidupan.
Bukan berarti kamu sudah tahu siapa
yang akan jadi jodohmu atau sudah tahu akan jadi apa, melainkan, kamu tahu dan
yakin, apa yang kelak akan kau dapatkan itu, pasti sepadan dengan apa yang kau
lakukan selama menanti.
Komentar
Posting Komentar